Pikiran otomatis: apa yang tumbuh di kebun pikiran Anda?

image

Dari bab sebelumnya, kita sudah tahu bahwa pikiran memengaruhi emosi dan reaksi tubuh.

Sekarang, berbekal dasar itu, mari kita masuk ke latihan praktisnya.

Kami cukup lama mencari cara paling mudah untuk menggambarkan hirarki keyakinan dalam CBT, dan akhirnya menyimpulkan bahwa analogi pohon adalah yang paling pas.

Bayangkan sebuah pohon apel di depan Anda. Pohon itu melambangkan benak Anda. Di dahan-dahannya ada buah yang matang: ada yang cerah dan ranum, ada juga yang memar dan busuk.

Buah-buah di pohon itu adalah pikiran Anda.

Dalam CBT, pikiran seperti ini disebut "pikiran otomatis" karena muncul cepat, nyaris tak disadari, dan tanpa usaha dari Anda.

Jumlahnya begitu banyak dan lewat begitu cepat, sampai-sampai kita sering tidak sadar kapan ia muncul.

image

Bukan peristiwa, melainkan penilaian kita tentang peristiwa itulah yang membuat kita bahagia atau menderita.

Epiktetos

Lebih banyak konten di aplikasi

Anda hanya melihat sebagian konten, di aplikasi Anda akan menemukan banyak artikel interaktif. Juga tes psikologi dengan pelacakan dinamika kondisi, buku harian, jurnal pikiran otomatis, dan banyak lagi!

banner_image

Saya mengajak Anda melakukan eksperimen pikiran.

Bayangkan Anda duduk di bioskop, menunggu film dimulai.

Tiba-tiba seorang perempuan di baris depan berdiri dan menampar laki-laki di sebelahnya.

Situasinya mengejutkan dan penuh muatan emosi. Bayangkan pikiran apa yang mungkin langsung muncul secara otomatis, dan perasaan apa yang akan Anda rasakan.

Kami tidak mengetahui pengalaman pribadi Anda, jadi tidak bisa memprediksi reaksi Anda dengan tepat.

Karena itu, seperti dalam contoh ini, mari kita bayangkan dua orang yang duduk di dekat Anda.

Di kiri, seorang perempuan berusia di atas 40 tahun yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Kira-kira begini respons batinnya:

Pikiran otomatis

Kasihan, mungkin nanti di rumah dia akan mendapat masalah besar gara-gara ini.

down
Emosi

Sedih, takut, putus asa.

down
Perilaku

Berusaha keras menahan air mata.

Di kanan, seorang laki-laki muda yang baru saja melalui perceraian yang berat dan berlarut-larut.

Pikiran otomatis

Perempuan itu keterlaluan! Tidak bisa menunggu sampai di rumah, malah bikin keributan di depan umum!

down
Emosi

Marah.

down
Perilaku

Tangan mengepal, tekanan darah naik.

Seperti yang Anda lihat, peristiwa yang sama dapat memunculkan emosi yang sangat berbeda pada orang yang berbeda, karena tiap orang memandang dunia melalui kacamata pengalamannya.

Reaksi cepat yang muncul di luar kendali inilah yang disebut pikiran otomatis.

Lalu, mengapa orang yang berbeda bisa berpikir berbeda dalam situasi yang sama?

Apakah itu berarti setiap kali terjadi hal yang tidak menyenangkan, kita pasti terjebak dalam lingkaran pikiran dan emosi yang akhirnya berujung pada depresi?

Tentu tidak.

Walaupun pikiran otomatis muncul pada semua orang, ia tidak selalu menjadi sumber kesulitan psikologis.

Munculnya pikiran tertentu berkaitan dengan keyakinan yang lebih dalam dan aturan batin yang kita pegang.

Seperti buah di pohon tidak berdiri sendiri—ia ditopang oleh dahan, batang, dan akar—begitu pula pikiran otomatis ditopang oleh keyakinan antara dan keyakinan inti.

Bacaartikel lainnya